Sistem Informasi Geografis dan Sumber Daya Lahan

PENGINDERAAN JAUH DENGAN SATELIT

PENGINDERAAN JAUH DENGAN SATELIT

I. Konsep

Penginderaan jauh atau remote sensing adalah metoda untuk mengamati keadaan suatu objek atau kumpulan objek yang terdapat permukaan bumi dari jarak jauh tanpa mendatangi langsung objek atau kumpulan objek tersebut. Untuk itu digunakan kamera yang terpasang pada wahana ruang angkasa yang diluncurkan ke angkasa luar dan sering disebut sebagai satelit. Satelit merupakan suatu benda yang beredar mengelilingi suatu objek yang lebih besar, contohnya bumi yang merupakan satelit dari matahari, ataupun bulan yang selalu mengitari bumi. Bumi atau bulan merupakan satelit alami sedangkan wahana ruang angkasa yang diluncurkan manusia ke angkasa luar merupakan satelit buatan dan merupakan topik perkuliahan kita.

Kamera yang dipasang pada satelit berfungsi sebagai indera penglihatan yang melakukan perekaman terhadap permukaan bumi pada saat satelit tersebut beredar mengitari bumi menurut garis orbit atau edarnya. Sensor yang ada pada kamera akan mendeteksi informasi permukaan bumi melalui energi radiasi matahari yang dipantulkan oleh permukaan keatas, data energi pantulan radiasi ini diolah menjadi gejala listrik dan data dikirim ke stasiun pengolahan satelit yang ada di bumi.

Terdapat 7 komponen dalam penginderaan jauh yaitu: (1) Sumber cahaya matahari, (2) gelombang elektromagnetik yang sampai ke permukaan bumi (Ei= Incoming electromagnetic), (3) objek yang ada dipermukaan bumi, (4) gelombang electromagnetic yang dipantulkan (ER = Reflect electromagnetic) atau dikembalikan oleh permukaan bumi, (5) sensor yang ada di kamera yang terpasang pada satelit di ruang angkasa, (6) stasiun penerima dan pengolah data satelit dan (7) pengguna data citra satelit. Ketujuh komponen penginderaan jauh ini dapat dilihat pada Gambar 5.1.

 

 

7 komponen

Suatu Ei yang sampai di permukaan bumi terdiri dari sinar tampak (visible light), sinar infra merah dekat (Near Infra Red / NIR) dan infra merah gelombang pendek (Short Wave Infra Red / SWIR). Komponen Ei yang sampai dipermukaan bumi akan terbagi atas ER (Reflect Electromagnetic), EA adalah gelombang elektromagnetik yang diserap (Absorp Electromagnetic), Ee gelombang elektromagnetik yang teremisi (Emission Electromagnetic) dan ET (Transmittant Electromagnetic) yaitu diteruskan. Skema peredaran dan interaksi gelombang elektromagnetik ini

dapat dilihat pada Gambar 5.2.

                                                     data spectro infra red

      Komponen dari ER berasal dari spektrum cahaya tampak dan infra merah dekat. Sebagian dari Ei ada juga yang diserap (EA = Energy Adsorp) yang berada pada spektrum infra merah thermal. ET yang merupakan energy yang diteruskan akan berada pada spektrum daerah visibel biru dan hijau. Semakin besar energi yang diserap maka suhu objek yang naik pula yang mengakibatkan timbulnya radiasi emisi atau Ee yang semakin tinggi pula. Untuk ER tergantung kepada objek, semakin tinggi nilai ER semakin besar pantulan yang mengakibatkan semakin jelas kenampakan objek. Tidak semua sensor kamera

dapat menerima Ee dan ER sekaligus. Sensor optis hanya dapat menerima ErR sedangkan Ee akan diterima oleh sensor thermal yang berada pada kisaran daerah inframerah thermal (Thermal Infra Red = TIR).

Besarnya nilai persentase pantulan objek akan mencerminkan warna dari suatu objek. Untuk vegetasi akan terlihat pada spektrum cahaya tampak antara 0.4 – 0.7 μm, dengan nilai 0.4 – 0.5 μm untuk daun yang sehat yaitu pada kisaran warna biru dan hijau (sebagian besar gelombang elektromagnetik diserap oleh khlorofil) dan jika warna daun yang merah akan terlihat pada 0,65 μm. Persentase pantulan dari daerah yang tertutup vegetasi berkisar antara 5 – 50% tergantung kerapatan dan jenis vegetasi yang menutupi daerah tersebut Untuk tanah kering yang terbuka akan terlihat coklat abu-abu dengan pantulan berkisar antara 5 – 45%. Sedangkan air yang jernih spektrum cahayanya akan terdapat pada panjang gelombang 0.4 – 0.78 μm dengan pantulan yang rendah kurang dari 5%. Skema dari spektrum elektromagnetik

dapat dilihat pada Gambar 5.3.

pradanan elektromagnetik

Sistem penginderaan jauh didesain memiliki sifat multi aplikasi yaitu multi spektral, multi spasial dan multi temporal. Sifat multi spektral dari sistem penginderaan jauh dikarenakan sensor kamera satelit menggunanakan saluran penginderaan dua atau lebih pada saat yang bersamaan. Semakin banyak kanal atau saluran yang digunakan maka informasi yang didapat semakin banyak dan lengkap. Sifat multi spasial berarti sistem penginderaan jauh memiliki ketajaman (ketelitian) spasial sebanyak 2 atau lebih, sering juga disebutkan ketelitian spasial ini sebagai resolusi spasial. Jika resolusi spasial semakin tinggi maka semakin tinggi ketelitian citra yang berarti mempunyai skala yang semakin besar pula. Sedangkan sifat multi temporal berarti kemampuan sensor penginderaan jauh untuk melakukan pengulangan penyapuan suatu daerah tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Kembalinya satelit untuk menyapu suatu kawasan dapat pada periode 1 jam, 1 hari hingga 1 bulan berikutnya.

Resolusi spasial dari citra satelit dapat dibagi 3 yaitu makro, sedang dan mikro dengan interpretasi deskripsi citra secara umum, agak rinci dan rinci. Resolusi spasial dikatakan makro jika pada suatu kawasan disebut mempunyai penutup lahan bervegatasi. Jika kawasan itu disebutkan mempunyai penutup lahan terdiri dari perkebunan, hutan atau sawah maka resolusi citra nya disebut sedang dan jika disebutkan suatu daerah mempunyai vegetasi hutan pinus, hutan jati, hutan bakau atau perkebunan kelapa sawit, maka resolusi spasialnya adalah mikro.

Sistem sensor penginderaan jauh yang bekerja pada daerah sinar tampak (fotografi) disebut sebagai sensor optis. Adapun sensor yang bekerja pada daerah sinar inframerah disebut sebagai sensor thermal sedangkan yang bekerja pada gelombang mikro dikenal sebagai sensor radar. Masing-masing sensor mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sensor optis dan thermal mudah digunakan dan diinterpretasikan tetapi hanya bekerja optimal pada keadaan ruang angkasa yang cerah tanpa ditutupi oleh awan, kabut atau hujan. Sensor optis dan thermal tidak mampu menembus hambatan ini. Untuk itu digunakan sensor radar.

 

About Eirlangga

Nama : Eirlangga Status : mahasiswa. kampung halaman : JAmbi

Diskusi

9 thoughts on “PENGINDERAAN JAUH DENGAN SATELIT

  1. wah…. hebat ya
    saya tertarik dengan berita yang anda upload di blog anda, saya tertarik dengan GIS yang anda tampilkan di blog anda, kalo boleh saya tertarik dengan ARCGIS, gimaan kalo kita share tentang ARCGIS, karena saya sedang mencoba untuk membuat tutorialnya…..

    Posted by mahardini dewi puteri utami | Selasa, Mei 27, 2008, 12:46 pm
  2. tq,,, krna dh ksih tw jwban bwt tugas PR q!!!! TQ

    Posted by Leny fajrina | Kamis, Agustus 7, 2008, 1:22 pm
  3. Gue…seneng banget tuh…atas blog yang anda buat sarannya perbanyak aja donk biar tugas saya jadi mudah,,,ok,,,,teman.

    Posted by Ali Wafa | Jumat, Agustus 29, 2008, 1:47 pm
  4. makasih za dah ngasih tau ,,,,,,,,,,,,,,

    Posted by faizal fajar | Kamis, Oktober 15, 2009, 3:49 pm
  5. makasi infonya, disuruh ngeresume ama guru ribet daaah

    Posted by agis | Sabtu, September 18, 2010, 7:24 am
  6. kalau boleh tau, apa peran dan pengertian dari:
    1. transmisi
    2. pantulan
    3. pancaran
    4. serapan
    5. emisi
    itu termasuk dasar fisikanya, tapi saya cari di google jarang ada yg memuat pengertian dan peran penting nya dalam GIS

    Posted by Santosa | Senin, April 11, 2011, 1:11 am
  7. Macasih Infonya tentang indaja ,
    Boleh berbagi tentang GEO
    http://geotvoneline.blogspot.com/
    Berbagi itu indah ,moga bermanfaat

    Posted by africa | Senin, Februari 6, 2012, 2:04 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya

Si TUKANG KETIK !!!

”(^_^)..v”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Follow EIRLANGGA COFFE CORNER on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: