Agrogelogi

Evaluasi Batuan untuk Pengendalian erosi

TATA CARA

EVALUASI BATUAN YANG DIGUNAKAN UNTUK

PENGENDALIAN EROSI

SNI 03-6370-2000

(Pd T 23-1999- 03)

 

 

RUANG LINGKUP :

    Standar ini menetapkan tata cara evaluasi batuan yang digunakan untuk pengendalian erosi, mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk pengendalian erosi.

    Prosedur spesifik yang digunakan dalam pengujian laboratorium tergantung pada jenis, sifat, komposisi mineral, struktur makro dan mikro batuan.

RINGKASAN :

Pengamatan lapangan dan pemeriksaan petrografi dalam tata cara ini bersama dengan pengujian laboratorium yang sesuai, dapat digunakan untuk menentukan kesesuaian batuan untuk pengendalian erosi. Sifat massa batuan dan sifat material batuan keduanya harus dievaluasi. Sifat massa batuan adalah sifat litologi di lokasi asalnya yang harus dievaluasi dalam skala makroskopis di lapangan. Evaluasi ini mencakup kemampuan seperti misalnya rekahan, kekar, patahan/sesar, bidang pelapisan dan lain-lain.

Sifat material batuan adalah sifat litologis batuan yang dievaluasi dengan menggunakan benda uji kecil dan yang akan sangat berarti untuk diuji di laboratorium.

Sifat-sifat tersebut hendaknya mencakup komposisi mineral, ukuran butir, kekerasan batuan dan sebagainya.

Perlengkapan untuk pengamatan lapangan ter-gantung pada keperluan tim penyelidik. Suatu daftar simak tentang perlengkapan yang diperlukan antara lain, palu geologi, lensa pembesar, palu godam, botol berisi HCl encer (air : HCl=3:1), pita ukur/meteran atau skala dan lain-lain.

Peralatan dan bahan untuk pemeriksaan petrografi, antara lain, gergaji pemotong batuan, gergaji bermata intan dengan diameter minimum 600 mm, roda gerinda horizontal, dengan diameter minimum 400 mm, roda pemoles, dengan diameter 400 mm dan lainlain. Penyiapan benda uji secara rinci hendaknya dilaksanakan oleh ahli geologi dan ahli teknik sipil yang terlibat. Banyak pengujian laboratorium sepert i misalnya pembasahan pengeringan dan sebagainya yang memerlukan penyiapan benda uji secara khusus. Makin banyak jumlah pengujian khusus, semakin harus lebih berhati-hati pemilihan banyak-nya contoh uji. Dalam kasus yang umum, prosedur petrografi memerlukan benda uji yang massanya paling sedikit, namun memerlukan pemilihan contoh uji yang  berhati-hati; oleh karena itu contoh uji untuk pengujian/pemeriksaan ini sering dipilih yang pertama kali.

 

About Eirlangga

Nama : Eirlangga Status : mahasiswa. kampung halaman : JAmbi

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya

Si TUKANG KETIK !!!

”(^_^)..v”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Follow EIRLANGGA COFFE CORNER on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: