Geomorfologi dan Lingkungan

PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT

Apa Itu Gambut ?

Keberadaan lahan gambut semakin dirasakan peran pentingnya terutama dalam menyimpan lebih dari 30 persen karbon terrestrial, memainkan peran penting dalam siklus hidrologi serta memelihara keanekaragaman hayati. Berbagai pengalaman dalam pengelolaaan lahan gambut telah dikembangkan dalam berbagai cara dan juga memberikan hasil yang berbeda. Di beberapa tempat yang memiliki pengelolaan gambut yang baik telah menghasilkan dampak positif terhadap lingkungan dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan pada kasus-kasus pengelolaan yang buruk, memberikan dampak negatif terhadap lingkungan ekonomi dan juga kehidupan manusia.

Luas lahan gambut dunia berkisar 38 juta ha dengan lebih 50 % berada di Indonesia. Lahan gambut di Indonesia diperkirakan seluas 26 juta ha (Driessen dan Supraptohardjo, 1974 dalam Setiadi, 1995). Hampir seluruh cadangan gambut yang ada di Indonesia tersebut terdapat di luar Pulau Jawa yang merupakan pulau-pulau daerah tujuan transmigrasi, tersebar di Pulau Sumatera 8,9 juta ha, Pulau Kalimantan 6,3 juta ha dan Pulau Irian 10,9 juta ha. Di wilayah Sumatera, sebagian besar gambut berada di pantai timur, sedangkan di Kalimantan ada di Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan. <!–[endif]–>

Download Pemanfaatan Lahan Gambut.pdf

About Eirlangga

Nama : Eirlangga Status : mahasiswa. kampung halaman : JAmbi

Diskusi

3 thoughts on “PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT

  1. GAmbut itu bukan tanah tapi akumulasi bahan organik yang numpuk terus menerus selama bertahun-tahun tetapi tidak mengalami perombakan karena jenuh dengan air. Sekarang gambut dapat digunakan untuk media tanam seperti sayuran. Bayangkan saja satu keluarga dapat menanam kucai sebanyak 60 bedengan ukuran 1,8 x 15 meter. Hasilnya tiap bedengan 30 kg setelah umur 5-6 bulan. Panen dilakukan tiap 30 hari. Setiap hari petani panen 2 bedengan dan hasilnya 60 kg kali Rp.2.500 atau sekitar Rp.150.000/hari. Padahal satu hektar lahan gambut dapat dibuat bedengan sebanyak 400 bedengan atau dapat dikelola oleh 6-7 keluarga. Jadi, gambut dapat menjadi solusi menciptakan lapangan kerja tetapi juga ramah lingkungan.

    Posted by Sigit | Senin, Juni 9, 2008, 7:39 am
  2. Memang benar tetapi menurut soil taxonomi 1999 tanah gambut termasuk dalam salah satu ordo tanah yaitu tanah histosol.
    waahh… kayak nya menarik seandai nya bisa menggelola tanah ini seperti yg di katakan bpk sigit diatas. kita bisa menambah penghasilan dan sekaligus ramah lingkungan.

    cuma yg saya igin tanyakan, gambut itu mempunyai kadar asam organik yg tinggi, sehingga mempengaruhi PH tanah, nah untuk menanam tanaman tersebut apakah kita tidak perlu menaikan PH nya pak ?? gmana dgn drainase nya ??

    Posted by Eirlangga | Selasa, Juni 10, 2008, 3:27 am
  3. Perkenalkan, nama saya Evi. mahasiswi Teknik Sipil UI. Saya sedang membuat skripsi tentang penanganan banjir di perkebunan kelapa sawit di Riau, berlahan gambut. Sebenarnya fokusnya pada hidrologi & hidrolika (kanal/drainase). Jika ada, saya minta informasi mengenai tata air di lahan gambut yg seharusnya atau solusi penanganan banjir di lahan gambut.
    Terimakasih.

    Posted by Evi Fauziah | Rabu, April 8, 2009, 12:36 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya

Si TUKANG KETIK !!!

”(^_^)..v”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Follow EIRLANGGA COFFE CORNER on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: